Baru-baru ini pemerintah mengambil keputusan untuk memblokir akses ke website-website yang menyediakan fasilitas untuk menonton atau mengunduh film berjudul ‘Fitna’ yang disinyalir menghina agama Islam dan dapat memprovokasi masyarakat Indonesia.
Pemerintah Indonesia kurang cerdas
Karena pengguna Internet di Indonesia sesungguhnya tidak terlalu banyak, dan kebanyakan yang bisa mengakses adalah orang berpendidikan. Orang berpendidikan tentu punya pikiran yang lebih panjang, tidak mudah terprovokasi. Ironisnya, ketika pemerintah mulai ribut soal film tersebut, orang-orang yang tadinya tidak tahu (dan tidak peduli) terhadap isu ini malah penasaran dan mulai mencari serta menonton film tersebut. Buktinya, anda bisa lihat sendiri bahwa pencarian untuk kata kunci ‘fitna’ di Google cukup didominasi oleh orang Indonesia dan melonjak tajam pada awal April (saat pemerintah mulai berulah). Bisa dicek sendiri kebenarannya disini.
Pada akhirnya, pemblokiran situs informatif & sosial semacam YouTube, MetaCafe, LiveLeak, MySpace, Multiply, dll. malah sangat merugikan dan berdampak sangat negatif terhadap kemaslahatan rakyat Indonesia terutama yang mencari nafkah/informasi memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan di situs-situs tersebut.
Walaupun pada akhirnya terjadi kelonggaran juga terhadap pemblokiran ini, tapi telah terjadi ketidakpercayaan dan penurunan wibawa pemerintah terutama Depkominfo di kalangan pengguna Internet di Indonesia.
Bayangkan saja betapa lebih cerdiknya bila pemerintah tenang-tenang saja, gw yakin 99% isu ini akan lewat begitu saja, tanpa ada yang terprovokasi, tanpa ada demo, tanpa adanya kata-kata sumpah serapah pengguna Internet di Indonesia kepada pemerintah, tanpa ada yang dirugikan.
Atau jangan-jangan ini tindakan emosional sang pemimpin belaka karena merasa agamanya dihina? bahaya sekali pemimpin yang mudah terseret emosi dan perasaan belaka. (rnh)
G usah dipikir deh toh masih banyak jalan bisa ngenet, ibarat tempat prostitusi yang dulu gencar dibredel sekarang kan malah banyak tempat seperti itu hampir disemua tempat dan malah lebih dekat dengan lingkungan kita. Situs diblokir dengan dana gede toh masih ada tempat yang lebih leluasa dengan cara2 yang lebih gampang dan canggih kok. Yang seharusnya dibiayai itu adalah pembentukan manusia yang bermoral dan bisa membedakan yang baik untuk dirinya dan bangsa ini. Banyak contohnya para penguasa yang justru lebih parah daripada hanya melihat situs porno yang diblokir. OK g usah demo2an.
Postingan ini bukan untuk provokasi demo kok, cuma opini tentang tindak-tanduk pemerintah akhir-akhir ini yang makin kelihatan linglung dan bodoh.
Walaupun kurang tepat, tapi bagus juga kalo diibaratkan tempat prostitusi yang dibredel, malah jadi ada di semua tempat yang lebih mudah diakses oleh manusia semua umur.
Saya setuju bahwa pembiayaan seharusnya ditujukan untuk pembentukan manusianya, bukan untuk pemblokiran Internet.