Kecelakaan Adam Air Flight 574 di laut Sulawesi revisited

Akhir-akhir ini lagi heboh rekaman blackbox dari cockpit pesawat naas Adam Air yang beredar di internet.

Karena tertarik dengan kecelakaan tersebut, gw baca laporan lengkap hasil investigasi KNKT terhadap kasus tersebut.

Banyak hal menarik, dan akan gw simpulkan disini,, kalo mau baca sendiri silahkan kesini.

gw cukup yakin 90%  bahwa rekaman yang beredar itu asli.

gw udah baca sendiri laporan penyelidikan yang dikeluarkan KNKT,, dan transcript resmi yang ada di laporan tersebut (berbahasa inggris) persis dengan yang beredar sekarang.

ternyata penyebab kecelakaan tersebut cukup sepele,, karena ada alat yang rusak dan menyita perhatian pilot & kopilot, mereka ga sadar telah mematikan autopilot (yang menjaga pesawat tetap lurus).

yang gw heran.. walaupun udah ada warning “BANK ANGLE” berkali2 yang menandakan bahwa kemiringan pesawat tidak normal, si pilot & kopilot ga ambil tindakan apa2. sampe kemiringan kekanan 100 derajat dan ke bawah 60 derajat dan kecepatan sekitar 400 knot baru sadar.

sayangnya,, waktu sadar mereka malah melakukan tindakan yang salah & fatal. keadaan pesawat udah terbalik, malah melakukan nose-up.. pesawat malah makin cepat menukik ke laut dan menyebabkan kerusakan struktural bodi pesawat.

selanjutnya seperti yang kita ketahui..

Conclusion dari gw:

  • Arguably, kesalahan terbesar ada di tangan pilot & kopilot. jelas mereka terlalu asik membetul2kan IRS yang rusak sehingga melupakan yang lain. Warning “BANK ANGLE” yang bunyi terus-menerus seharusnya cukup untuk mengingatkan mereka bahwa pesawat telah lepas kendali. Ketika sadar pun si pilot tidak memeriksa posisi pesawat apakah sudah wings-level sebelum melakukan nose-up. simulasi dari Boeing menyimpulkan, sebetulnya pesawat naas tersebut bisa survive jikalau si pilot melakukan prosedur standar untuk keadaan flight upset sampai sebelum badan pesawat mengalami kerusakan struktural. miris bukan ?
  • Kesalahan terbesar kedua adalah pihak Adam Air. tidak ada training yang cukup kepada penerbang untuk kerusakan IRS dan tampaknya tidak ada pelatihan untuk keadaan darurat.
  • Kesalahan juga untuk pemerintah Indonesia yang tidak menjamin / memeriksa bahwa Adam Air mengikuti standar keamanan yang berlaku.

Kebenaran posting blog ini sama sekali ga gw jamin. laporan informal ini disarikan dari berbagai sumber, mohon koreksi kalau ada yang salah, gw kan bukan orang aviasi hehehe. (rnh)

Blue energy ala Indonesia : sebuah analisis

Akhir-akhir ini lagi heboh soal Blue Energy, yaitu sistem pembuatan BBM berbahan dasar air buatan Joko Suprapto, seurang entrepreneur nyentrik asal Yogyakarta. Tolong jangan keliru dengan Blue Energy buatan orang Eropa sono ya. Nama sama, tapi beda teknik.

Sebetulnya yang baru dari temuannya (jika benar) adalah merubah Hidrogen (H2) dari hasil elektrolisis air menjadi senyawa hidrokarbon dengan menambahkan Carbon (C) sehingga membentuk rantai senyawa serupa minyak.

Sampai disini sih masih ok-ok saja (walaupun beliau juga belum membuktikan kebenaran klaim ini). Menjadi masalah ketika beliau mengklaim bahwa bahan bakar temuannya ini, akan sangat ramah lingkungan dan murah, sekitar Rp 3000/liter. Mendengar hal ini tentunya kaum terpelajar sedikit terperanjat. Ini tidak mungkin terjadi, setidaknya jika kita bersandar kepada kenyataan-kenyataan bahwa:

  • Energi tidak dapat diciptakan, tidak dapat dimusnahkan (hukum kekekalan energi)
  • Proses elektrolisis (pemisahan H2 dan O2 dari air menggunakan arus listrik) adalah proses yang membutuhkan energi besar.
  • Energi listrik yang digunakan untuk melakukan elektrolisis tersebut, kebanyakan bersumber dari energi tidak terbaharukan. Di Indonesia kebanyakan pembangkit listrik bertenaga batu bara dan diesel, yang semua orang tahu sangatlah kotor dan tidak efisien.
  • Belum lagi teknologi proprietary dari Joko sendiri yang akan mengubah H2 menjadi hidrokarbon, tentunya memerlukan tenaga yang tidak sedikit bukan ?

Maka itu untuk membuat bahan bakar Blue Energy ini, pastinya diperlukan energi yang sangat besar, melebihi energi yang akan kita dapatkan dari hasil proses tersebut. Dan juga, klaim ramah lingkungan juga dapat ditampik jika produksi listrik masih menggunakan bahan bakar fosil.

Kabar terakhir, senjata pamungkas tim Blue Energy ini adalah mengklaim bahwa listrik yang digunakan bukan berasal dari PLN, melainkan dari sebuah reaktor listrik (lagi-lagi “temuan” beliau) yang menggunakan limbah rumah sakit sebagai bahan bakar.

Melihat kenyataan dan berita akhir-akhir ini, gw sangat meragukan dari kemampuan Blue Energy ini dalam memecahkan masalah krisis energi yang melanda Indonesia. Kita sebagai bangsa Indonesia jangan mudah tertipu oleh orang-orang yang berusaha mencari sensasi, ketenaran, uang investor. Tuntut bukti, jangan terbuai mimpi.

Tolong jangan berkata “beripikirlah positif” atau “ah lu mah bisanya mencela orang, ga bisa membuat inovasi” atau “thomas alva edison juga dulu diolok-olok orang”. Thomas Alva Edison dkk, adalah sedikit dari banyak orang yang membuat klaim-klaim luar biasa yang dapat membuktikan teorinya. Jauh lebih banyak orang yang mencari sensasi, ketenaran, dan membohongi publik, yang notabene memang kurang belajar dan kurang kritis. Daripada “positive thinking“, kenapa kita tidak “rational thinking” aja ? (rnh)

Kesan-kesan dari ‘Presidential lecture featuring Bill Gates’

Kemaren pagi barusan menghadiri kuliah kepresidenan dengan bintang tamu Bill Gates. Kesan-kesan gw:

  • Presentasi yang diberikan oleh Bill Gates terasa hambar, cuma menggembor-gemborkan betapa teknologi telah maju pesat dibandingkan dekade yang lalu (yang semua orang juga tahu). Walaupun presentasinya seharusnya membahas dunia digital dekade kedepan, pembahasan terasa kurang memukau. Bagaimana kontribusi IT untuk produktivitas Indonesia sempat disebut-sebut, walaupun kurang menohok.
  • Pemerintah Indonesia terlalu over-reacting terhadap kedatangan si chairman Microsoft ini. Sangat berlebihan dan terkesan menjilat. Gw secara pribadi tidak terlalu suka dengan cara berbisnis Microsoft yang sangat mengunci kebebasan orang. Pemerintah seharusnya tidak terlalu bergantung sama investasi Microsoft di Indonesia yang pasti jumlahnya tidak terlalu besar, lebih baik mencoba melepas ketergantungan terhadap sebuah vendor (asing) dan mengembangkan software sendiri dalam koridor free software.

Kita sebagai rakyat Indonesia harus sabar menunggu realisasi dari komitmen pemerintah dalam dunia IT, bagaimana IT dipakai untuk memajukan sektor-sektor riil di tanah air.

Kita juga harus terus memantau manuver-manuver pemerintah yang bersikap dualistik, di satu pihak seperti sok mendengar teriakan aktivis-aktivis free software dengan mencanangkan program IGOS (Indonesia goes Open Source) tapi di lain pihak terlibat perselingkuhan dengan Microsoft. (rnh)

Nggak ada yang namanya SIM card setan

Barusan tadi di persekutuan mahasiswa SGU ada isu mengenai produk telekomunikasi selular yang baru keluar, yaitu AXIS, bahwa itu adalah SIM card setan. Informasi ini disebarkan melalui SMS berantai dibumbui kata-kata yang biasa digunakan orang Kristen.

Aneh sekali jika kaum Kristen terpelajar bisa dengan begitu mudahnya percaya berita semacam ini.

Argumen-argumen yang ditulis di SMS itu begitu bodoh dan tidak masuk akal, misalnya:

  • Bahwa data kita bisa diakses oleh mereka dan sekali kena, sulit untuk lepas
    Heran, apa sih susahnya ganti SIM card ?
  • Ini keluaran / pendukung gereja setan
    PT Natrindo sebagai perusahaan yang merilis kartu Axis adalah hasil kerja sama Saudi Telecom dan Maxis Communications, dan tidak ada sangkut pautnya dengan gereja setan.
  • Axis jika dibalik: Six-A
    Apa yang salah dengan 6A ? AAAAAA ? memang ada apa sih dengan angka 6 ? Tidak ada di Alkitab hubungan angka 6 dengan setan. Apalagi huruf A, jangan-jangan dapet nilai A di raport berarti kita anak setan.

Menurut gw, gejala ini menunjukkan betapa lemahnya pengajaran dan pemahaman Alkitab di kalangan orang Kristen di Indonesia, dan betapa pemikiran mereka sangat mistis dan suka dengan hal-hal yang berbau takhayul.

Jangan biarkan propaganda persaingan bisnis menggunakan agama ini berlangsung terus, jangan forward sms-sms tersebut, dan mulai sekarang pelajarilah Alkitab anda dengan baik-baik untuk mengerti kehendak Tuhan dan cara kerja setan yang sesungguhnya. (rnh)

Tambahan: Jika ada orang yang menghubungkan setan dengan angka 666 atau 6, berhati-hatilah karena orang tersebut kemungkinan besar kurang mengerti Alkitab.

Pertama, 666 bukanlah angka setan, melainkan bilangan seorang manusia.
Wahyu 13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Kedua, orang Yahudi sebagai pemegang Firman Tuhan yang pertama-tama menekankan bahwa angka 6 adalah angka yang melambangkan manusia, karena Tuhan menciptakan manusia pada hari ke-6.

Ketiga, angka 666 masih diperdebatkan statusnya, karena ada beberapa manuskrip yang kuno dan sangat terpercaya yang menuliskan angka 616, juga di banyak manuskrip Latin yang agak baru. Jika ini benar, sekalian aja angka 1 jadi angka setan.

Jadi berhati-hatilah terhadap pendeta / orang-orang yang memistiskan angka tersebut, karena cara untuk memperlakukan angka tersebut adalah menghitungnya, bukan yang lain.

Ketidakbijaksanaan Pemerintah Indonesia

Baru-baru ini pemerintah mengambil keputusan untuk memblokir akses ke website-website yang menyediakan fasilitas untuk menonton atau mengunduh film berjudul ‘Fitna’ yang disinyalir menghina agama Islam dan dapat memprovokasi masyarakat Indonesia.

Pemerintah Indonesia kurang cerdas

Karena pengguna Internet di Indonesia sesungguhnya tidak terlalu banyak, dan kebanyakan yang bisa mengakses adalah orang berpendidikan. Orang berpendidikan tentu punya pikiran yang lebih panjang, tidak mudah terprovokasi. Ironisnya, ketika pemerintah mulai ribut soal film tersebut, orang-orang yang tadinya tidak tahu (dan tidak peduli) terhadap isu ini malah penasaran dan mulai mencari serta menonton film tersebut. Buktinya, anda bisa lihat sendiri bahwa pencarian untuk kata kunci ‘fitna’ di Google cukup didominasi oleh orang Indonesia dan melonjak tajam pada awal April (saat pemerintah mulai berulah). Bisa dicek sendiri kebenarannya disini.
Pada akhirnya, pemblokiran situs informatif & sosial semacam YouTube, MetaCafe, LiveLeak, MySpace, Multiply, dll. malah sangat merugikan dan berdampak sangat negatif terhadap kemaslahatan rakyat Indonesia terutama yang mencari nafkah/informasi memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan di situs-situs tersebut.
Walaupun pada akhirnya terjadi kelonggaran juga terhadap pemblokiran ini, tapi telah terjadi ketidakpercayaan dan penurunan wibawa pemerintah terutama Depkominfo di kalangan pengguna Internet di Indonesia.
Bayangkan saja betapa lebih cerdiknya bila pemerintah tenang-tenang saja, gw yakin 99% isu ini akan lewat begitu saja, tanpa ada yang terprovokasi, tanpa ada demo, tanpa adanya kata-kata sumpah serapah pengguna Internet di Indonesia kepada pemerintah, tanpa ada yang dirugikan.

Atau jangan-jangan ini tindakan emosional sang pemimpin belaka karena merasa agamanya dihina? bahaya sekali pemimpin yang mudah terseret emosi dan perasaan belaka. (rnh)